Kamis, 07 Maret 2013

Tugas 1

1. Sistem Kontrol
Sistem kontrol adalah proses pengaturan ataupun pengendalian terhadap satu atau beberapa besaran (variabel, parameter) sehingga berada pada suatu harga atau dalam suatu rangkuman harga (range) 
tertentu. Di dalam dunia industri, dituntut suatu proses kerja yang aman dan berefisiensi tinggi untuk menghasilkan produk dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta dengan waktu yang telah ditentukan. Otomatisasi sangat membantu dalam hal kelancaran operasional, keamanan (investasi, 
lingkungan), ekonomi (biaya produksi), mutu produk, dll. 
    Ada banyak proses yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu produk sesuai standar, sehingga terdapat parameter yang harus dikontrol atau di kendalikan antara lain tekanan (pressure), aliran (flow), suhu (temperature), ketinggian (level), kerapatan (intensity), dll. Gabungan kerja dari berbagai alat-alat kontrol dalam proses produksi dinamakan sistem pengontrolan proses (process control system). Sedangkan semua peralatan yang membentuk sistem pengontrolan disebut pengontrolan instrumentasi proses (process control 
instrumentation). 
    Dalam istilah ilmu kendali, kedua hal tersebut berhubungan erat, namun keduanya sangat berbeda hakikatnya. Pembahasan disiplin ilmu. Process Control Instrumentation lebih kepada pemahaman tentang kerja alat 
instrumentasi, sedangkan disiplin ilmu Process Control System mengenai 
sistem kerja suatu proses produksi.


2. Prinsip Pengontrolan Proses
Ada 3 parameter yang harus diperhatikan sebagai tinjauan pada suatu sistem kontrol proses yaitu :
  - cara kerja sistem kontrol
  - keterbatasan pengetahuan operator dalam pengontrolan proses
  - peran instrumentasi dalam membantu operator pada

    Pengontrolan proses, ada empat langkah yang harus dikerjakan operator yaitu mengukur, membandingkan, menghitung, mengkoreksi. Pada waktu operator mengamati ketinggian level, yang dikerjakan sebenarnya adalah mengukur process variable (besaran parameter proses yang dikendalikan).
Contohnya proses pengontrolan temperatur line fuel gas secara manual, proses variabelnya adalah suhu. Lalu operator membandingkan apakah hasil pengukuran tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan. Besar
proses variabel yang diinginkan tadi disebut desired set point. Perbedaan antara process variabel dan desired set point disebut error.
    Process variabel bisa lebih besar atau bisa juga lebih kecil daripada desired set point. Oleh karena itu error bisa diartikan negatif dan juga bisa positif.


3. Sistem Kontrol Otomatis
    Suatu sistem kontrol otomatis dalam suatu proses kerja berfungsi mengendalikan proses tanpa adanya campur tangan manusia (otomatis). Ada dua sistem kontrol pada sistem kendali/kontrol otomatis yaitu :

    A. Open Loop (Loop Terbuka) 
    Suatu sistem kontrol yang keluarannya tidak berpengaruh terhadap aksi pengontrolan. Dengan demikian pada sistem kontrol ini, nilai keluaran tidak di umpan-balikkan ke parameter pengendalian.


 
    B. Close Loop (Loop Tertutup)
Suatu sistem kontrol yang sinyal keluarannya memiliki pengaruh langsung terhadap aksi pengendalian yang dilakukan. Sinyal error yang merupakan selisih dari sinyal masukan dan sinyal umpan balik (feedback), lalu
diumpankan pada komponen pengendalian (controller) untuk memperkecil kesalahan sehingga nilai keluaran sistem semakin mendekati harga yang diinginkan.
 
     Keuntungan sistem loop tertutup adalah adanya pemanfaatan nilai umpan balik yang dapat membuat respon sistem kurang peka terhadap gangguan eksternal dan perubahan internal pada parameter sistem.

     Kerugiannya adalah tidak dapat mengambil aksi perbaikan terhadap suatu gangguan sebelum gangguan tersebut mempengaruhi nilai prosesnya.

Elemen-elemen dasar sistem kontrol:
    ~Proses: urutan pelaksanaan atau kejadian secara alami atau dirancang baik menggunakan waktu, keahlian, sumberdaya yang lain, yang menghasilkan suatu hasil.
    ~Transduser/Transmitter: alat untuk mengkonfersikan signal pengukuranagar dapat digunakan dalam proses pengontrolan.
    ~Transmission line: saluran transmisi membawa sinyal hasil pengukuran oleh sensor dan dan telah diubah transducer / transmitter ke kontroller atau dari kontroller ke final control element.
    ~Controller: elemen yang berfungsi membandingkan antara hasil kerja elemen yang satu dengan yang lain.
    ~Final controller: element yang mengimplementasikan keputusan yang diammbil oleh kontroller.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts